Karya Ilmiah Menurunnya Minat Baca Siswa SMAN 1 Lhokseumawe

Posted: 7 November 2010 in Bahasa Indonesia

BAB I

PENDAHULUAN

1.1    Latar Belakang Masalah

Membaca adalah suatu cara untuk mendapatkan informasi dari sesuatu yang ditulis. Membaca melibatkan pengenalan simbol-simbol yang menyusun sebuah bahasa.

Buku adalah kumpulan kertas atau bahan lainnya yang dijilid menjadi satu pada salah satu ujungnya dan berisi tulisan atau gambar.

Membaca buku adalah menelusuri dan memahami isi bacaan yang ada didalam buku. Membaca buku itu sangat penting, karena buku itu adalah jendela dunia dan gudangnya ilmu. Manfaat dari membaca itu sangat banyak, diantaranya dapat menambah wawasan, memperkaya khasanah kosa kata, memperluas ilmu pengetahuan, membantu mengembangkan pemikiran dan menjernihkan cara berpikir serta dapat menyalurkan hobi membaca.

Akan tetapi, pada zaman sekarang ini sangat sedikit siswa-siswi yang berminat atau suka membaca buku. Sehingga berdampak pada berkurangnya pengetahuan siswa-siswi akan suatu hal. Kenyataan itu harus dirubah dengan cara membuat buku itu lebih menarik untuk dibaca, agar dapat menumbuhkembangkan minat baca buku khususnya bagi siswa-siswi SMA 1 Lhokseumawe. Salah satu caranya adalah dengan membuat perpustakaan menjadi tempat yang nyaman serta dengan menambahkan buku-buku yang menarik agar siswa-siswi tidak merasa bosan dengan buku-buku yang ada diperpustakaan.

1.2   Rumusan Masalah

Membaca merupakan suatu kegiatan yang sangat bermanfaat, tetapi semakin berjalannya waktu kegiatan membaca khususnya pada perpustakaan SMAN 1 Lhokseumawe semakin menurun (data perpustakan). Sehingga perlu dicari jawaban, faktor apa yang menyebabkan penurunan minat baca tersebut.

1.3    Tujuan Penelitian

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jumlah menurunnya peminat baca buku di SMAN 1 Lhokseumawe serta mengetahui faktor yang menyebabkan penurunan minat baca tersebut.

 

 

1.4    Hipotesis

Adapun hipotesis dalam penelitian ini adalah jumlah minat baca siswa SMAN 1 Lhokseumawe mulai menurun karena disebabkan oleh jenis buku diperpustakaan yang kurang beragam, ruangan perpustakaan yang sempit dan kurang nyaman, petugas perpustakaan yang kurang ramah serta banyaknya tontonan dan permainan yang dapat mengalihkan minat siswa untuk membaca.

.

 

 

 

BAB II

PEMBAHASAN

2.1   Pengertian Membaca

Membaca adalah suatu cara untuk mendapatkan informasi dari suatu yg ditulis. Membaca melibatkan pengenalan simbol yang menyusun sebuah bahasa. Membaca dapat menjadi sesuatu yang dilakukan sendiri maupun dibaca secara keras, sehingga dapat didengar oleh orang lain. Hal ini dapat menguntungkan pendengar lain, yang juga bisa membangun konsentrasi kita sendiri. Minat membaca ditunjukan dengan keinginan yang kuat untuk melakukan kegiatan membaca (Darmono: 2001).

Dengan membaca pula seseorang akan terbentuk kepribadianya menjadi lebih baik. Kepribadian adalah pola menyeluruh semua kemampuan, perbuatan serta kebiasaan seseorang, baik yang jasmani, mental, rohani, emosional maupun sosial. Semua ini telah ditatanya dalam caranya yang khas, di bawah beraneka pengaruh dari luar. Pola ini terwujud dari tingkah lakunya dalam usahanya menjadi manusia sebagaimana dikehendakinya (Heuken: 1989).

 

 

2.2    Manfaat Membaca

Membaca merupakan hal yang sangat baik, karena dapat memberi banyak manfaat, diantaranya :

1.      Dengan sering membaca, orang bisa mengembangkan  keluwesan dan kefasihan dalam bertutur kata.

2.      Membaca membantu mengembangkan pemikiran dan menjernihkan cara berpikir.

3.      Membaca meningkatkan pengetahuan seseorang dan meningkatkan memori dan pemahaman.

4.      Dengan membaca, orang mengambil manfaat dari pengalaman orang lain, kearifan orang bijaksana dan pemahaman para sarjana.

5.      Dengan sering membaca, orang mengembangkan kemampuannya, baik untuk mendapat dan memproses ilmu pengetahuan maupun untuk mempelajari berbagai disiplin ilmu dan aplikasinya dalam hidup.

 

2.3    Pengertian Buku

Buku adalah kumpulan kertas atau bahan lainnya yang dijilid menjadi satu pada salah satu ujungnya dan berisi tulisan atau gambar. Setiap sisi dari sebuah lembaran kertas pada buku disebut sebuah halaman. Seiring dengan perkembangan dalam bidang dunia informatika, kini dikenal pula istilah e-book atau buku-e (buku elektronik), yang mengandalkan komputer dan Internet (jika aksesnya online).

 

2.4    Sejarah Lahirnya Buku

Ada berbagai sumber yang menguak sejarah tentang buku. Buku pertama disebutkan lahir di Mesir pada tahun 2400-an SM setelah orang Mesir menciptakan kertas papirus. Kertas papirus yang berisi tulisan ini digulung dan gulungan tersebut merupakan bentuk buku yang pertama. Ada pula yang mengatakan buku sudah ada sejak zaman Sang Budha di Kamboja karena pada saat itu Sang Budha menuliskan wahyunya di atas daun dan kemudian membacanya berulang-ulang. Berabad-abad kemudian di Cina, para cendekiawan menuliskan ilmu-ilmunya di atas lidi yang diikatkan menjadi satu. Hal tersebut mempengaruhi sistem penulisan di Cina di mana huruf-huruf Cina dituliskan secara vertikal yaitu dari atas ke bawah.

Buku yang terbuat dari kertas baru ada setelah Cina berhasil menciptakan kertas pada tahun 200-an SM dari bahan dasar bambu di ditemukan oleh Tsai Lun. Kertas membawa banyak perubahan pada dunia. Pedagang muslim membawa teknologi penciptaan kertas dari Cina ke Eropa pada awal abad 11 Masehi. Disinilah industri kertas bertambah maju. Apalagi dengan diciptakannya mesin cetak oleh Gutenberg perkembangan dan penyebaran buku mengalami revolusi. Kertas yang ringan dan dapat bertahan lama dikumpulkan menjadi satu dan terciptalah buku.

2.5    Pengertian Perpustakaan

Dalam arti tradisional, perpustakaan adalah sebuah koleksi buku dan majalah. Walaupun dapat diartikan sebagai koleksi pribadi perseorangan, namun perpustakaan lebih umum dikenal sebagai sebuah koleksi besar yang dibiayai dan dioperasikan oleh sebuah kota atau institusi, dan dimanfaatkan oleh masyarakat yang rata-rata tidak mampu membeli sekian banyak buku atas biaya sendiri.

Tetapi, dengan koleksi dan penemuan media baru selain buku untuk menyimpan informasi, banyak perpustakaan kini juga merupakan tempat penimpanan dan/atau akses ke map, cetak atau hasil seni lainnya, mikrofilm, mikrofiche, tape audio, CD, LP, tape video dan DVD, dan menyediakan fasilitas umum untuk mengakses gudang data CD-ROM dan internet.

Perpustakaan dapat juga diartikan sebagai kumpulan informasi yang bersifat ilmu pengetahuan, hiburan, rekreasi, dan ibadah yang merupakan kebutuhan hakiki manusia.

Oleh karena itu, perpustakaan modern telah didefinisikan kembali sebagai tempat untuk mengakses informasi dalam format apa pun, apakah informasi itu disimpan dalam gedung perpustakaan tersebut atau tidak. Dalam perpustakaan modern ini selain kumpulan buku tercetak, sebagian buku dan koleksinya ada dalam perpustakaan digital (dalam bentuk data yang bisa diakses lewat jaringan komputer).

2.6    Peran Perpustakaan

Perpustakaan merupakan upaya untuk memelihara dan meningkatkan efisiensi dan efektifitas proses belajar-mengajar. Perpustakaan yang terorganisir secara baik dan sistematis, secara langsung atau pun tidak langsung dapat memberikan kemudahan bagi proses belajar mengajar disekolah tempat perpustakaan tersebut berada. Hal ini, terkait dengan kemajuan bidang pendidikan dan dengan adanya perbaikan metode belajar-mengajar yang dirasakan tidak bisa dipisahkan dari masalah penyediaan fasilitas dan sarana pendidikan.

 

2.7    Tujuan Perpustakaan

Tujuan perpustakaan adalah untuk membantu masyarakat dalam segala umur dengan memberikan kesempatan dengan dorongan melalui jasa pelayanan perpustakaan agar mereka:

1.      Dapat mendidik dirinya sendiri secara berkesimbungan.

2.      Dapat tanggap dalam kemajuan pada berbagai lapangan ilmu pengetahuan, kehidupan sosial dan politik

3.      Dapat memelihara kemerdekaan berfikir yang konstruktif untuk menjadi anggota keluarga dan masyarakat yang lebih baik.

4.      Dapat mengembangkan kemampuan berfikir kreatif, membina rohani dan dapat menggunakan kemampuannya untuk dapat menghargai hasil seni dan budaya manusia.

5.      Dapat meningkatkan tarap kehidupan sehari-hari dan lapangan pekerjaannya.

6.      Dapat menjadi warga negara yang baik dan dapat berpartisipasi secara aktif dalam pembangunan nasional dan dalam membina saling pengertian antar bangsa.

7.      Dapat menggunakan waktu senggang dengan baik yang bermanfaat bagi kehidupan pribadi dan sosial.

2.8    Fungsi Perpustakaan

Berdasarkan ketentuan peraturan tahun 1980, maka tugah pokok perpustakaan nasional Republik Indonesia adalah menyelenggarakan pengumpulan, penyimpanan, serta pelestarian terbitan Indonesia sebagai khazanah kebudayaan serta menjamin pemeliharaan terbitan Indonesia. Untuk melaksanakan tugas tersebut, cakupan fugsi perpustakaan nasional adalah sebagai berikut :

1.      Mengumpulkan, mengatur, dan menyediakan hasil karya tulisan yang di terbitkan di Indonesia.

2.      Menjadi perpustakan deposit dari terbitan indonesia, baik terbitan pemerintah maupun swasta.

3.      Menentukan standar dari sistem, organisasi, pelayanan, dan mutu koleksi perpustakaan di Indonesia.

4.      Menyelenggarakan kursus tingkat nasional bagi pegawai perpustakaan.

5.      Memprakarsai kerjasama dengan lembaga di luar negeri, misalnya dalam pertukaran publikasi, peminjaman antar perpustakaan, penyusun bibliografi, dan pembuatan microfilm.

6.      Menyusun dan menerbitkan bibliografi nasional dan menyusun catalog induk.

 

2.8   Hubungan Perpustakaan dengan Buku

Perpustakaan dan buku adalah dua kata yang saling bertautan. Karena di perpustakaanlah buku-buku dikumpulkan, diproses, dan disebarluaskan (didistribusikan) kepada para pembaca atau pemakai perpustakaan. Adapun koleksi perpustakaan di negara kita sebagian besar berupa buku atau book material dan masih jarang perpustakaan yang memiliki koleksi berupa non-book material seperti film, kaset film strip, slides, piringan hitam, peta, globe, dan sebagainya.

 

BAB III

METODE PENELITIAN

Metode pengumpulan data yang penulis gunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif. Metode ini bertujuan untuk menjelaskan dan menggambarkan fenomena menurunnya minat baca buku siswa SMAN 1 Lhokseumawe dengan kondisi saat diadakan penelitian ini.

 

 

3.1    Teknik Pengumpulan Data

Teknik pengumpulan data yang penulis gunakan adalah dengan melakukan pengamatan langsung pada perpustakaan SMAN 1 Lhokseumawe serta melakukan tanya jawab kepada 20 orang pengunjung tentang tentang kendala yang mereka peroleh ketika menggunakan fasilitas perpustakaan SMAN 1 Lhokseumawe.

 

 

3.2    Instrumen Penelitian

Instrumen yang penulis gunakan adalah pengamatan langsung dan tanya jawab dengan beberapa orang.

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s